Upaya Pelestarian Alam yang baik

     Ibarat seorang memiliki sebuah mobil yang sudah tua, cara pemakainnya harus ekstra hati-hati agar mobil tersebut tidak mengalami kerusakan. Perawatannya pun harus teratur agar mobil senantiasa awet dan dapat lebih pabjang umurnya. Jika pemilik mobil itu ahli dalam bidang mesin atau minimal mengerti cara perawatannya, sudah pasti barang tentu dijamin akan lebih awet. Bahkan, mungkin dapat menjadi lebih bagus dan menjadi barang antik yang bernilai tinggi. Akan tetapi jika pemilik mobil tidak mengetahui oli tidak diganti, hanya karena ingin hemat. Penghematan semacam itu merupakan penghematan yang keliru karena akan mempercepat kerusakan mesin. Akhirnya, harus berulang kali masuk bengkel.

     Begitu juga dengan planet bumi kita menurut para ahli umurnya sudah sangat tua. Jika para penghuninya kurang hati-hati dalam memperlakukannya, kerusakan alam akan segera terjadi dimana-mana. Keadaan alam akan sangat bergantung pada para penghuninya. Jika para penghuninya cukup berkualitas dan mengerti apa yang harus dikerjakan terhadap lingkungannya, alam akan tetap bersahabat dan selalu membawa kesenangan, kesegaran, dan kenyamanan. Penanganan alam yang dilakukan dengan sebaik-baiknya dan penuh kecintaan, akan mendatangkan berkah. Dapat diambil suatu contoh, suatu lahan atau sawah jika keadaannya sangat subur, tumbuh-tumbuhan menghijau, akan selalu mudah menghasilkan. Jika dijual pun akan tinggi harganya. Akan tetapi, jika tanah itu tandus, orang menjadi enggan mengerjakannya. Jika hasilnya dijual pun sangat murah harganya.


     Wisatawan akan berkunjung ke tempat-tempat yang dapat memberikan rasa sejuk dan nyaman. Rasa itu dapat terwujud jika pepohonan terawat dengan baik. Wisatawan akan bosan jika tempat wisata itu gersang, panas dan tidak dapat memberikan apa-apa, tetapi hanya kelelahan yang didapat. Khususnya dalam upaya mengantisipasi bencana banjir yang akhir-akhir ini sering terjadi. Selain itu menambahkan tehnik lain yang belum pernah disinggung oleh para ahli, khususnya para ahli lingkungan hidup. Tehnik-tehnik tersebut disajikan dengan sangat sederhana, tetapi diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi semua pihak. Dengan harapan dapat menjadi agenda masukan dalam mengupayakan kelestarian alam. Tehnik-tehniknya sngat sederhana. Akan tetapi, jika dapat diterapkan akan memiliki harapan bagi pelestarian alam dan dapat mengurangi dilema yang selama ini sulit diselesaikan.

Manfaat Air Sebagai Sumber Kehidupan

     Air Merupakan Anugerah dari Tuhan Yang MahaKuasa yang wajib disyukuri. Karena air, kita dapat hidup. Begitu juga makhluk lainnya. Di indonesia rata-rata dapat dengan mudah memperoleh air tawar yang bersih. Kecuali, jika musim kemarau ada sebagian wilayah yang mengalami kekeringan. Namun, kekeringan di Indonesia ini tidak terlalu mengkhawatirkan dibanding dengan negara-negara, seperti di Timur Tengah atau negara-negara lainnya. Kekeringan di sini masih dapat dengan mudah disuplai dari daerah yang tidak terlalu jauh karena memiliki sumber air yang tidak terhitung. Sungai-sungai mengalir di negeri sendiri sehingga tidak menimbulkan masalah. Ada beberapa negara yang. Sungainya bermuara dari negara lain. Misalnya, di Irak dan Suria. Sungai Tigris bermuara dari pegunungan di silayah Turki masuk ke Suria lalu ke Irak. Jika Turki merencanakan akan membangun 20 Bendungan di atas sungai itu, negara Suria dan Irak akan kekurangan air. Oleh karena itu, masalah air ini dapat menimbulkaan konflik antarnegara.
  
     Untuk mengatasi sulitnya sumber air, muncul teknologi penyulingan air laut menjadi tawar. Teknologi penyulingan ini membawa konsekuensi biaya yang cukup tinggi.
Di Indonesia terdapat dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan sehingga terdapat dua masalah yang harus dihadapi. Jika musim kemarau menghadapi masalah kekeringan, musim hujan menghadapi banjir. Untuk wilayah indonesia problem banjir lebih menyusahkan daripada masalah kekeringan.


     Untuk memanfaatkan air semaksimal mungkin, Buatlah bendungan-bendungan atau waduk. Dengan adanya bendungan, dapat diperoleh berbagai macam keuntungan, antara lain untuk mengairi sawah-sawah sehingga dapat meningkatkan produksi panennya dan meningkatkan kemakmuran. Jika semula merupakan sawah tadah hujan yang hanya dapat ditanami padi satu kali dalam setahun. Namun, setelah mendapat aliran air dari bendungan, penanaman padi dapat ditingkatkan menjadi dua kali sampai tiga kali atau dua kali padi satu kali palawija.

Contoh Pemanfaatan Sumber Daya Alam


   
     Indonesia memiliki wilayah yang amat luas, terdiri atas daratan dan lautan. Semua wilayah ini rata-rata memiliki potensi dan dapat dimanfaatkan dengan baik. Mulai dari ladang pertanian, laut, hutan, dan lain-lain. Sumber daya alam ini masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Penyelidikan atau eksplorasi masih selalu dilakukan.
Penanganan sumber daya ini harus dilakukan dengan sebaik-baiknya dan hati-hati. Jika tidak, sumber daya alam akan segera mengalami kerusakan.
     
     Agar sumber daya alam ini dapat lestari, para pengelolanya harus memiliki ilmu dan pengetahuan yang cukup. Masyarakat pun harus tahu bagaimana cara memperlakukannya sehingga setiap langkahnya tidak akan menimbulkan dampak yang negatif. Kerusakan alam yang parah, bukan saja sumber daya alamnya yang menipis dan sulit diupayakan, tetapi juga dapat menimbulkan bahaya. Di wilayah tidak sedikit kerusakan alam. Dari kerusakan alam itu, sebagian telah dapat diperbaiki, tetapi sebagian masih ada yang rusak.
     
     Contoh kerusakan alam yang telah diperbaiki antara lain hutan wanagama di Yogyakarta, perkampungan nelayan di Desa Dahari selebar, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.
Kerusakan alam di Desa Dahari ini tergolong cukup parah. Kerusakan ini disebabkan hutan bakau ditebangi hingga gundul. Akibat penggundulan hutan bakau ini, air laut merembes ke sebagian desa. Air tawar pun menjadi asin dan tidak dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. Tumbuh-tumbuhan yang biasanya dapat menghasilkan, menjadi rusak ditelan air laut. Tambak-tambak pun hanyut habis terkikis. Keadaan cuaca pun menjadi panas. Angin bertiup dengan kencang menerjang rumah-rumah penduduk karena tidak ada pohon-pohon. Genting-genting dan atap rumah terbang melayang setiap waktu.
    
      Keadaan yang kurang aman ini mengakibatkan sebagian penduduk meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yang lebih tenang.
Melihat keadaan itu, Suardi Samad seorang kakek yang telah berpengalaman cukup tanggap dan mengetahui sebab-sebabnya. Oleh karena itu, Suardi seorang pensiunan Mantri Pertanian itu pun tidak tinggal diam. Ia segera merintis rencana untuk menanam pohon-pohon di sekitar pantai yang luasnya mencapai 50 hektar hanya seorang diri. Mula-mula dia mencoba tanah miliknya sendiri. Karena cukup membawa dampak yang positif, dilanjutkan ke seluruh wilayah sekitar desa.
Perjuangan Kakek Suardi Merupakan usaha yang patut dihargai. Meskipun di sekitarnya tidak ada yang peduli dengan keadaan itu, Kakek Suardi dapat menyelesaikannya. Kegigihannya itu patut dijadikan contoh bagi generasi muda sekarang, yang telah memanfaatkan sisa-sisa hidupnya dengan perbuatan mulia.

Proses Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

  
      Menjelang abad XXI Ini masyarakat Indonesia semakin gencar dan sibuk dengan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. gejala semacam itu bukan saja menimpa bangsa Indonesia, tetapi seluruh bangsa-bangsa di dunia. Dengan meningkatkan sumber daya manusia, bangsa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan hasil produksinya di berbagai bidang. Mulai dari perindustrian, pertanian, perdagangan, maupun jasa. Di bidang industri dapat meningkatkan kualitas produksinya sehingga mempunyai nilai tambah yang lebih besar. Nilai tambah itu didapat dari hasil produksinya, bukan dari sumber daya alamnya. Di bidang pertanian para petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panennya. Hal itu dapat dicapai dengan menguasai teknik pembudidayaan, mulai dari pemilihan bibit varietas baru yang lebih unggul, tehnik penanaman, pemupukan, penggunaan insektisida sampai pada penggunaan mesin-mesin. Misalnya, traktor dan pompa air. Kenyataan membuktikan bahwa keberhasilan suatu negara bergantung pada sumber daya manusianya bukan karena sumber daya alamnya. Suatu negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, tetapi tidak disertai dengan sumber daya manusia yang pintar dan handal, yang akan terjadi ialah kerusakan alam. Sumber daya alam semakin menipis dan sulit untuk diupayakan. Mereka akan kalah bersaing dengan negara yang memiliki sumber daya alam terbatas, tetapi sumber daya manusianya dapat diandalkan.
  
     Dalam menghadapi pasar bebas atau globalisasi mendatang waktu demi waktu harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk belajar, berlatih dengan sebaik-baiknya agar dapat meningkatkan kemampuan diri. Dengan demikian, mampu menghadapi tantangan yang menghadang. Persaingan di era globalisasi mendatang adalah persaingan yang sangat berat karena melibatkan bangsa-bangsa lain di dunia. Jika tidak mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin, akan tergilas oleh roda globalisasi yang sarat dengan persaingan ketat. Untuk dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain, ilmu pengetahuan, dan informasi harus dikuasai. Semua itu merupakan suatu sarana yang baku menuju suatu keberhasilan. Kelemahan yang masih sulit dihilangkan ialah rendahnya minat baca bagi masyarakat termasuk para siswa. Masih banyak di antara para siswa yang setelah lulus atau tamat dari SLTA tidak melanjutkan. Oleh karena itu, selesai pulalah kegiatan baca-membaca, dan tutup buku untuk selamanya. Padahal, kegiatan membaca bukan hanya semasa di bangku sekolah. Akan tetapi, juga berlaku untuk sepanjang umur. Mereka sebelum memperoleh pekerjaan banyak yang meyerap hiburan dan hiburan. Dengan demikian, ilmu-ilmu yang didapat dari bangku sekolah semakin terkubur dan hanya tinggal kenangan. Tanpa membawa efek yang berarti bagi dirinya yang lebih mengarah pada kesuksesan masa depan.
  
     Almarhum Bung Hatta, sewaktu pulang belajar dari luar negeri lebih banyak membawa oleh-oleh buku yang berpeti-peti ketimbang barang-barang lain seperti suvenir dan semacamnya. Hal itu dapat dijadikan contoh bahwa buku merupakan hal utama untuk memperoleh informasi sehingga juga dapat mempermudah orang untuk mengatasi segala kesulitan. Selain itu, juga dapat mendukung ketercapaian suatu cita-cita. Di negara Singapura misalnya, buku sudah banyak yang dijadikan kado di dalam undangan-undangan suatu pesta, mereka banyak yang memesan bahwa jika ada pemberian kenang-kenangan atau kado supaya diwujudkan dalam bentuk buku. Hal semacam itu belum ada di negara kita, yang ada ialah pesan. Jika ada pemberian sumbangan, mohon diwujudkan dalam bentuk uang. Oleh karena itu wajarlah jika negara Singapura dinyatakan sebagai negara yang paling siap menghadapi globalisasi. Di perpustakaan banyak buku-buku yang siap dibaca. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak perpustakaan di daerah-daerah sepi pengunjung sehingga sering ditutup. Padahal, banyak buku-buku yang bermutu yang dapat membantu menyelesaikan masalah. Banyak buku-buku tehnik yang dapat dicoba atau dipraktekkan. Baik tehnik pertanian, peternakan, perindustrian, kewiraswastaan, dan lain-lain, yang dapat membantu memulai usaha baru atau meningkatkan kualitas produksi.
  
     Persiapan menghadapi globalisasi di samping menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi semaksimal mungkin, juga harus disertai pembekalan keagamaan yang kuat. Hal itu untuk menghindari stres akibat kekecewaan dari suatu hasil yang tidak menguntungkan. Dengan iman yang kuat, orang akan tetap tegar dalam menghadapi masalah dan cobaan yang timbul. Mereka dapat memiliki kemampuan berfikir yang mendalam dan pandangan yang luas terhadap lingkungan sosial. Selain itu, dapat lebih memahami terhadap kepentingan umum atau orang banyak. Dengan iman yang kuat, orang tidak mudah tergiur ke hal-hal yang menjurus ka arah negatif. Orang juga tidak akan semena-mena terhadap lingkungan alam, tidak menebang hutan dengan serampangan untuk menebus kerugian akibat kekalahan dalam persaingan. Akan tetapi, mereka akan tetap patuh terhadap peraturan yang ada. Mampu mempertimbangkan sesuatu yang akan di lakukan dengan berpijak pada iman dan takwa, serta mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai.